Daerah

Mantan Bendahara Desa Nuku Diperiksa Penyidik Kejari Tidore

Setelah sebelumnya Kepala Desa Nuku diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Tidore Kepulauan, kini giliran Bendahara, Jailan Mansur. Senin 16 Desember 2019

Dirinya diperiksa atas dugaan penggelapan dan penyimpangan pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Nuku sejak tahun 2016, 2017 hingga 2018.

Berdasarkan laporan Masyarakat Desa Nuku, ke pihak Kejati beberapa waktu lalu, Pihaknya menguraikan sejumlah item kegiatan yang tidak dikerjakan dan yang sudah dikerjakan namun tidak selesai.

Seperti pembangunan mesjid dusun dehepodo senilai 160 juta pada tahun 2016 yang tidak selesai dilaksanakan. Program kegiatan desa tahun 2017 yang meliputi penetapan tapal batas senilai Rp 30 juta tidak dilaksanakan, perayaan HUT RI senilai 24 juta tidak dilaksanakan, kegiatan pemberdayaan kelompok tani senilai 253 juta juga tidak dilaksanakan.

Selain itu, ada juga kegiatan program desa tahun 2018 yakni pembangunan jalan desa senilai Rp 247 juta tidak dilaksanakan, kegiatan pembangunan sarana fisik kantor senilai 132 juta juga tidak selesai dilakssnakan, insentif guru ngaji senilai Rp 7 juta fiktif.

Kasi Intel Kejari Kota Tidore Kepulauan, Safri Abdul Muin kepada JARRAK POS membenarkan bahwa berdasarkan pengakua bendahara, ada 5 item kegiatan yang tidak dilaksanakan.

“dia (bendahara) akui tadi ada lima item kegiatan tidak dibuat” Ujarnya

Sementara Bendahara Desa Nuku, Jailan Mansur seusai diperiksa di ruangan Kasi Intel Kejari Kota Tidore Kepulauan mengakakui bahwa untuk 5 item kegiatan belum di laksanakan.

“namun untuk penyertaan modal senilai 700 Juta, suda dicairkan sebesar 250 juta dan telah di serahkan ke kades (Kepala Desa)” tutupnya.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close